Bagaimana Hakikat Kehidupan Dunia & Cara agar selamat & hidup bahagia ?

*Bagaimana Hakikat Kehidupan Dunia & Cara menyikapinya agar selamat & hidup bahagia selamanya ?*

(Salah satu pelajaran dari Surat Al-Kahfi)

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى ٱلْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yg ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yg terbaik perbuatannya. (QS. Al-Kahfi :7)

وَإِنَّا لَجَٰعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا

Dan Kami benar² akan menjadikan (pula) apa yg di atasnya menjadi tanah yg tandus lagi kering. (QS. Al-Kahfi :8)

Kehidupan dunia adalah tempat ujian, bukan tempat tinggal abadi, bukan ada secara kebetulan. Dan kelak bumi akan menjadi tandus & kering.

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَاۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا

& bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yg menyeru Tuhannya pd pagi & senja hari dgn mengharap keridhaan-Nya; & janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; & janganlah engkau mengikuti orang yg hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya & keadaannya sudah melewati batas. (QS. Al-Kahfi :28)

Maka bersabarlah untuk hidup bersama orang² beriman yg taat kpd Allah, shalat wajib 5 waktu, dzikir, berdoa kpd Allah, walaupun mereka rendah dalam urusan duniawi, miskin & lemah.. Jangan berpaling dari mereka karena menginginkan kesenangan duniawi..

Jangan mengikuti orang kafir yg lalai dari ketaatan kpd Allah, tidak mau tunduk, sujud, mengabdi kpd Allah, walaupun mereka kaya & kuat urusan duniawi nya, jangan ikuti keraguan hati mereka, ideologi, pola pikir, adat, hukum, politik, sosial, ekonomi, budaya & gaya hidup mereka yg tidak sesuai dgn syariat Allah.

Jangan mengikuti orang² yg mempertuhankan keinginannya/pendapatnya & melampaui batas dgn menentang syariat Allah baik dgn perkataan, tulisan maupun perbuatannya.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا

Sungguh, mereka yg beriman & mengerjakan kebajikan, Kami benar² tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yg mengerjakan perbuatan yg baik itu. (QS. Al-Kahfi :30)

Orang² yg beriman & taat kpd Allah tidak akan rugi, tidak akan di-sia-siakan kebaikannya. Allah berikan kpd mereka kehidupan yg baik di dunia & di akhirat.

Walaupun jika mereka miskin atau lemah di dunia, mereka mendapatkan ketenangan & ketenteraman hati yg tidak dimiliki oleh orang² kafir. Mereka diberi petunjuk utk dapat beribadah dgn baik kpd Allah, dekat dgn Allah sehingga mereka merasakan kebahagiaan & kedamaian yg luar biasa dalam jiwanya, walaupun jika mereka miskin & lemah.

Seperti yg dikatakan seorang pemilik kebun yg dianggap lebih miskin oleh temannya yg kafir & kaya:

لَّٰكِنَّا۠ هُوَ ٱللَّهُ رَبِّى وَلَآ أُشْرِكُ بِرَبِّىٓ أَحَدًا

Tetapi aku (percaya bahwa), Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan Tuhanku dgn sesuatu pun. (QS. Al-Kahfi :38)

Ya, walaupun dibuli oleh kawannya, ia tetap tenang & berdakwah mengajak temannya kpd Allah. Ia tidak mempersekutukan Allah dgn apapun, tidak menyembah / berdoa kpd siapapun selain Allah; tidak cinta, takut, harap kpd apapun melebihi atau sekedar menyamai cinta, takut, harapnya kpd Allah. Bahkan ia tidak menjadikan keinginannya/pendapatnya sebagai tuhan.

Orang² beriman yg dalam keadaan lemah urusan dunianya pun tidak dilarang utk berdoa kpd Allah agar diberikan kekuatan dalam hal dunia yg halal.

فَعَسَىٰ رَبِّىٓ أَن يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِّن جَنَّتِكَ وَيُرْسِلَ عَلَيْهَا حُسْبَانًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فَتُصْبِحَ صَعِيدًا زَلَقًا

Maka mudah²an Tuhanku, akan memberikan kepadaku (kebun) yg lebih baik dari kebunmu (ini); dan Dia mengirimkan petir dari langit ke kebunmu, sehingga (kebun itu) menjadi tanah yg licin, (QS. Al-Kahfi :40)

Walaupun orang² beriman yg lemah dalam hal dunia nya pun sebenarnya telah bahagia dgn imannya, karena mereka menyadari bahwa dunia ini hanya sementara, dan akhirat itu lebih baik & utama.

وَٱضْرِبْ لَهُم مَّثَلَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا كَمَآءٍ أَنزَلْنَٰهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَٱخْتَلَطَ بِهِۦ نَبَاتُ ٱلْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ ٱلرِّيَٰحُۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ مُّقْتَدِرًا

& buatkanlah utk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air (hujan) yg Kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh²an di bumi, kemudian (tumbuh²an) itu menjadi kering yg diterbangkan oleh angin. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Kahfi :45)

ٱلْمَالُ وَٱلْبَنُونَ زِينَةُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَاۖ وَٱلْبَٰقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Harta & anak² adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yg terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik utk menjadi harapan. (QS. Al-Kahfi : 46)

Ya, kehidupan dunia seperti gelar, kekuasaan, jabatan, kebangsawanan, popularitas, status sosial, pertemanan, jaringan, pengetahuan duniawi, kekuatan militer, ekonomi, teknologi, itu bisa diperoleh atas izin & kehendak Allah, manusia berusaha & Allah berikan kemudahan. Namun semuanya itu akan sirna dgn izin Allah, baik dgn suatu peristiwa/musibah, maupun dgn kematian manusia itu sendiri meninggalkan dunia ini.

Bahkan harta seperti emas, perak, perhiasan, uang, deposito, tanah, perkebunan, pertanian, peternakan, perusahaan, kendaraan, mobil, pesawat, kuda, sepeda, tv, hp, laptop, rumah, vila, kapal, dll., dsb., dan anak² baik anak kandung / keturunan maupun anak angkat, anak asuh, anak didik, anak buah, pengikut, rakyat, anggota, karyawan, followers, viewers, subscribers, dll.. tidak lebih baik pahalanya di sisi Allah & tidak lebih baik utk menjadi harapan dibandingkan dgn amal kebajikan yg terus menerus..

Amal Kebajikan yg terus menerus adalah iman yg benar dgn ilmu yg benar, dgn hati, ucapan & perbuatan dzhahir maupun bathin terus menerus meyakini aqidah yg murni, tauhid & terus menerus mengamalkan syariat Islam..

Amal kebajikan tersebut berupa rukun iman, rukun islam, ihsan, kewajiban² yg lain seperti ikhlash, ittiba’, sabar, syukur, tawakkal, berbakti kepada orang tua / ibu & bapak, berbuat baik kpd keluarga, kerabat, tetangga, guru, murid, teman, pimpinan / atasan, bawahan / karyawan, umat manusia, hewan, tumbuhan, sesuai syariat Islam, belajar ilmu syar’i, berdakwah mengajak manusia kpd Allah, dll.

Ada juga amal kebajikan yg tidak wajib namun juga dicintai Allah seperti shalat sunnah, puasa sunnah, shadaqah sunnah, umrah sunnah, dll.

Itulah amal² kebajikan yg lebih baik pahalanya di sisi Allah & lebih baik utk menjadi harapan dibandingkan perhiasan² dunia yg akan “kering” & lenyap..

Dan tidak semua orang beriman itu diberi ujian kesusahan atau lemah urusan dunianya selama hidup di dunia. Salah satu contohnya adalah Dzulqarnain..

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَن ذِى ٱلْقَرْنَيْنِۖ قُلْ سَأَتْلُوا۟ عَلَيْكُم مِّنْهُ ذِكْرًا

Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah, “Akan kubacakan kepadamu kisahnya.” (QS. Al-Kahfi:83)

إِنَّا مَكَّنَّا لَهُۥ فِى ٱلْأَرْضِ وَءَاتَيْنَٰهُ مِن كُلِّ شَىْءٍ سَبَبًا

Sungguh, Kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi, & Kami telah memberikan jalan kepadanya (untuk mencapai) segala sesuatu, (QS. Al-Kahfi:84)

Maa syaa Allah, luar biasa, bagaimana Allah telah memberikan kekuatan dalam hal dunia, tentunya yg halal kepada Dzulqarnain.. & beliau adalah orang yg beriman & bertaqwa kpd Allah.. menegakkan hukum Allah. Allah memberikan kekuatan pengetahuan, teknologi, ekonomi, militer & politik sehingga mampu menguasai dunia & mengatasi gangguan musuh apapun, & beliau tetap menyandarkan ni’mat tersebut kpd Allah, bukan kpd dirinya sendiri.

Kehidupan dunia adalah ujian, baik ujian kesusahan maupun kesenangan. Allah telah mengutus Rasul-Nya yg terakhir yaitu Nabi Muhammad ﷺ utk menyampaikan petunjuk-Nya yg telah sempurna yaitu Islam. Allah menurunkan wahyu berupa Al-Quran & As-Sunnah, manusia yg mengikutinya akan mendapatkan Rahmat Allah, hidup bahagia & tinggal di Jannah mendapatkan ni’mat apapun yg diinginkan, lalu bertemu Allah dalam keadaan aman, itulah ni’mat tertinggi di akhirat, melihat wajah Allah setelah dahulu di dunia mereka mengenal Allah karena mengikuti petunjuk-Nya.

قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌۖ فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَٰلِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yg telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barangsiapa mengharap pertemuan dgn Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan & janganlah dia mempersekutukan dgn sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi:110)

.

facebook.com/danang.aji.wirawan

..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *